BismillahiRahmaniRahim....
Kita tentu sering kali mendengar dan melihat musibah yang dialami oleh seseorang, entah itu teman, tetangga, saudara bahkan musibah itu mungkin dialami oleh kita sendiri...
Banyak diantara kita (termasuk saya) merasa sedih, cemas, takut dan khawatir ketika musibah itu terjadi.
Tak bisa dipungkiri bahwa ketika musibah terjadi tentulah hati kita merasa tidak nyaman, tapi kalau kita selami lebih dalam lagi PASTI akan ada hikmah dan kebaikan yang ingin Allah berikan pada kita...
Dalam setiap fenomena atau kejadian selalu memiliki dua sisi yang berbeda yaitu madharat dan manfaat, demikian juga pada musibah.
Kalau kita ilustrasikan, Bertemu musibah itu ibarat ketemu 'sarang lebah'!
Kita bisa cuma mendapat sengatannya (babak belur alias bengepnya aja) atau bisa juga kita mendapat madunya.
Nah, supaya kita tidak mendapat 'sengatannya' tentu diperlukan kesadaran-kesadaran dalam menghadapi musibah.
Pertama, kita harus menyadari bahwa ada 'campur tangan' Allah dalam kehidupan setiap manusia. Setuju kan?
Kedua, kita harus menyadari bahwa manusia punya keinginan, namun Allah juga punya 'keinginan' dan yang terjadi PASTI keinginan Allah!
Ketiga, kita harus menyadari bahwa jika musibah datang menghampiri tidak ada seorangpun yang dapat menolaknya.
Keempat, sadari bahwa kita tidak bisa menghindar dari 'jatah musibah' yang sudah ditentukan Allah untuk kita.
Hal ini sangat selaras dengan janji atau firman Allah :
' Tidak akan menimpa sesuatu apapun kecuali apa-apa yang telah Aku tetapkan untukmu ', (QS. At Taubah [9]: 51) dan ' Tidak ada yang mampu untuk menangguhkan ketetapan-Ku', (QS. Nuh [71]: 4)
Allah juga berfirman bahwa kejadian buruk yang menimpa kamu tidak selalu berarti jelek, sebaliknya kejadian menyenangkan tidak pula selalu berarti indah atau baik, (QS. Al Baqarah [2]: 216)
Dengan kesadaran-kesadaran tersebut sudah selayaknya kita selalu berprasangka baik dengan musibah yang menimpa pada diri kita. Ingatlah kembali bahwa tidak semua kenikmatan itu kasat mata, banyak keindahan yang 'dilipat' diantara taring-taring bencana.
Bahkan Rasulullah SAW bersabda :
' Janganlah kamu mati melainkan berbaik sangka terhadap Allah 'Azza wa Jalla"
Jadi pada saat musibah terjadi minimal berprasangka baik dulu deh sama Allah.....
Tanamkan dalam hati bahwa 'dari zat yang Maha Suci dan Bijaksana tidak mungkin memberikan sesuatu yang buruk apalagi salah untukku!'
Tanamkan dalam hati bahwa 'dari zat yang Maha Suci dan Bijaksana tidak mungkin memberikan sesuatu yang buruk apalagi salah untukku!'
Allah Swt bukan hendak menyiksa aku melainkan hendak memberikan aku hikmah dan pelajaran!
Langkah selanjutnya carilah solusinya.... Berikhtiarlah dengan maksimal!
Ada satu hal penting yang harus kita sadari bahwa Allah tidak menganiaya manusia walau sedikitpun', (QS Fushilat [41]: 46),
justru sebaliknya Allah sangat mencintai manusia bahkan Allah menginginkan semua manusia masuk surga!
Tentu dengan demikian ketika Allah memberi saya musibah, sebenarnya Allah ingin memberi saya HIKMAH! Bahkan SurgaNya!
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa : 'Sesungguhnya Allah SWT tidaklah menetapkan suatu keputusan, kecuali akan berakibat baik kepadanya'.
Jika kita renungkan lagi bukankah musibah merupakan bagian dari episode kehidupan?
Allah berfirman : 'Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan', (QS. Al-Anbiya [21]:35)
Dunia ini fana alias berubah-ubah, segala sesuatunya silih berganti, ada siang ada malam, ada tangis ada tawa, ada kesengsaraan ada juga kebahagiaan.
Bila tidak ada siang mungkinkah ada malam?
Jika tidak ada kesengsaraan apakah mungkin ada kebahagiaan?
Bila awan tidak 'menangis', manalah mungkin taman akan tersenyum? he... Bener kan?
Teman-teman Setuju nggak bahwa kenyamanan yang terus menerus sering kali membuat kita terlena, lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya bukanlah disini (dunia) tapi di akhirat?
Teman-teman setuju nggak bahwa kenyamanan yang terus menerus cenderung akan melalaikan kita mengasah atau mengolah kalbu?
Kalau temen-temen setuju berarti sadarilah bahwa musibah adalah cara Allah 'menyatakan cintaNya kepada manusia'.
So, kenapa harus bersedih bila dicintai-Nya?!
Rasulullah SAW bersabda : ' Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hambaNya, maka didahulukan baginya hukuman didunia (berupa musibah agar terhapus dosa-dosanya); dan apabila DIA menghendaki keburukan pada hambaNya, maka DIA akan menahan darinya (membiarkan) dengan dosa-dosanya sehingga dosa-dosa tersebut dibalas pada hari kiamat '
Coba teman-teman renungkan, setiap pelanggaran atau dosa itu harus dihukum kan?
Nah kalo gitu, misal.... kita disuruh milih nih, hukuman atas pelanggaran itu mau ditunaikan dimana? sekarang didunia (melalui musibah) atau nanti diakhirat?
Mana yang mau sahabat taat pilih? Menurut Alquran akhirat itu kekal loh.... :(
Mari kita tafakuri lagi, siapakah manusia yang paling dicintai Allah?
Jawabannya adalah.... Para nabi!
Siapakah manusia yang paling berat musibah dan ujiannya?
Jawabannya adalah... Para nabi!
Ya! manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh yang meneladaninya.
Seorang akan diuji menurut kekuatan imannya. Apabila imannya kuat maka makin berat ujiannya, apabila imannya kurang kuat maka dia diuji menurut kadar kemampuannya. Dia akan diuji terus sehingga ia berjalan dimuka bumi dalam keadaan bersih (tidak berdosa) Subhanallah...
Jadi bener yaaa.... Kalo kita renungan lagi orang yang tidak rela dengan musibah yang menimpanya berati dia menolak 'jadian' dengan Allah!
Jadi sebenarnya kita ngga perlu alergi sama musibah, karena musibah itu adalah sesuatu yang selalu dapat diatasi, kan Allah janji bahwa : 'Aku tidak akan membebani manusia diluar batas kemampuannya'.(QS. Al Baqarah [2]: 286)
Apalagi kita orang-orang mukmin itu dibekali Allah dengan senjata canggih yaitu DOA!
maka ketika kita menerima musibah berdoalah : ya Allah, kuatkan punggungku dalam menerima musibah dariMu!
Kalau kita mengakui sepenuh hati bahwa Allah adalah satu-satuanya Tuhan kita, maka kita 'harus rela diatur' olehNya
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah (QS. At Tagabun [64]: 11) sekuat apapun kita menghindarinya, jika Allah berkehendak maka itu pasti terjadi!
Karenanya terimalah......
Bahkan dalam Hadist Qudsi Allah SWT berfirman :
' Siapa saja yang tidak rela terhadap ketetapan-Ku dan tidak berlaku sabar terhadap cobaan-Ku dan tidak bersyukur terhadap nikmat-nikmat-Ku maka carilah olehmu Tuhan selain Aku!!'
Astagfirullah..... Betapa kerasnya Allah mengingatkan kita.
Kalaulah setiap 'polesan' itu selalu dianggap penyiksaan, lalu bagaimana caranya membuat hati manusia agar bersinar??
Kenapa kita tidak berserah diri saja pada Allah?....
Dengan demikian Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah bahwa musibah di dunia ini memang pasti terjadi dan beserah diri adalah solusinya.
Kalau kita menolak musibah maka kita menolak cinta Allah!
Rugi sebenarnya kalau kita tidak berserah diri ketika musibah datang pada kita.
Pertama, musibah tetap akan menimpa, kedua kita berdosa karena 'menolak' ketetapan Allah.
Mari kita sama-sama tafakuri hal ini.
Semoga dengan kesadaran - kesadaran yang kita miliki, kita akan semakin meyakini bahwa Allah tidaklah kejam karena memberi kita musibah namun sebaliknya tumbuh keyakinan bahwa musibah adalah cara Allah menyatakan cintaNya pada kita manusia.
Sehingga ketika musibah datang menghampiri, aku mampu tersenyum dan menerima... Karena Allah sedang menyatakan cintaNya padaku.. :)
Semoga bermanfaat
Jakarta, 21 Maret 2011
Ninik Wida
Jazakillah Bundi.....
BalasHapusBagaimana kita menyikapi suatu"ujian" yang datang dari Allah sebagai suatu tanda cintaNya... karena Dia sayang dan ingin kita lulus dengan excellent... Selalu terhubung denganNya semoga kita dapatkan jawaban atas soal 'UjianNYA' tersebut.. aamiin...
Betul mbak Eghie.....
BalasHapusPentingnya kita memiliki kesadaran-kesadaran untuk menyikapi semua ketetapan Allah sehingga kita tidak lagi merubah karunia menjadi bencana.
Kacamata Tauhid/kacamata spiritual adalah kacamata yang tepat untuk kita gunakan dalam menyikapi setiap ketetapan Allah
Terima kasih mbak... Salam DBAS selalu...