Allah menginginkan pengabdianku kepadaNYA total, murni 100%.
Ujian-ujian Allah (jika aku menyadari dan memahaminya) sebenarnya adalah 'sarana' untuk mendeteksi dan mengecek sudah semurni apa kadar pengabdianku kepadaNYA.
Sudah semurni emas 24 karat-kah atau masih emas campuran?
Jika aku masih mengeluh atau protes ketika ujian datang padaku (padahal sebenarnya itu ketetapan terbaik dari Allah buat aku) sudah murni-kah kadar pengabdianku kepadaNYA?
sudah berserah diri secara total kah aku KepadaNYA?
sudahkah aku menghanyutkan diri pada kehendakNYA? atau malah pada kehendak ego-ku?
Padahal setiap hari dalam shalatku aku berikrar :
"....inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lilahi rabbil alamiin...."
(sesungguhnya shalatku,ibadahku,hidup dan matiku hanya untuk Allah)
Tapi kenapa sampai detik hari ini aku masih sering menolak ketetapan-ketetapanNYA dan mengabaikan perintah-perintahNYA dengan beribu alasan dan pembenaran yang seolah masuk akal ?
Ujian-ujian Allah (jika aku menyadari dan memahaminya) sebenarnya adalah 'sarana' untuk mendeteksi dan mengecek sudah semurni apa kadar pengabdianku kepadaNYA.
Sudah semurni emas 24 karat-kah atau masih emas campuran?
Jika aku masih mengeluh atau protes ketika ujian datang padaku (padahal sebenarnya itu ketetapan terbaik dari Allah buat aku) sudah murni-kah kadar pengabdianku kepadaNYA?
sudah berserah diri secara total kah aku KepadaNYA?
sudahkah aku menghanyutkan diri pada kehendakNYA? atau malah pada kehendak ego-ku?
Padahal setiap hari dalam shalatku aku berikrar :
"....inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lilahi rabbil alamiin...."
(sesungguhnya shalatku,ibadahku,hidup dan matiku hanya untuk Allah)
Tapi kenapa sampai detik hari ini aku masih sering menolak ketetapan-ketetapanNYA dan mengabaikan perintah-perintahNYA dengan beribu alasan dan pembenaran yang seolah masuk akal ?
Astagfirullah..... lead me ya Allah......
Ninik Wida
Tidak ada komentar:
Posting Komentar